Hasil pencarian

Kamis, 18 Agustus 2011

Transistor

Komponen aktif berikutnya yang akan dibahas adalah transistor.
Bahan dasar pembuat transistor adalah campuran logam yang memiliki sifat-sifat tertentu, yaitu sifat menghantarkan arus listrik yang dapat dikendalikan.
Transistor pertama ditemukan pada tahun 1947 oleh John Bardeen dan Walter Brattain di Bell Telephone Laboratories dibawah arahan William Shockley.
Transistor Pertama. 
Released under the GNU Free Documentation License.
 

Rabu, 04 Mei 2011

Dioda sebagai Tegangan Referensi

Guna mendapatkan sumber tegangan DC yang digunakan sebagai referensi, dapat digunakan dioda. Jenis dioda yang digunakan adalah dioda zener.Dioda ini memiliki tegangan maju yang dibatasi oleh tegangan tembusnya. Nilai tegangan tembus dapat bernilai beberapa volt sampai beberapa puluh volt.Nilai yang umum diantaranya 0,7V, 2V4, 3V, 5V1, 5V6, 6V, 6V2, 9V1 dan sebagainya. Gambar berikut adalah salah satu cara menggunakan dioda zener sebagai tegangan referensi.
Referensi tegangan menggunakan dioda zener
R didalam rangkaian berguna sebagai pembatas arus maju dari dioda zener. Nilai R perlu disetel sampai pada level arus beberapa mA. Semakin kecil arus maju pada dioda, semakin stabil harga tegangan referensi yang didapatkan. Vin perlu beberapa Volt diatas tegangan tembus dioda zener.

Untuk menghitung nilai R, dapat digunakan Hukum Ohm. Sedangkan guna mendapatkan arus yang lebih besar, dapat digunakan transistor sebagai penguat arus.

Rabu, 27 April 2011

Dioda Sebagai Pengaman

Dioda, dapat diaplikasikan sebagai pengaman peralatan elektronika dari kesalahan-kesalahan yang kadang tidak disengaja. Khususnya untuk peralatan dengan sumber arus tegangan DC.
Dengan memanfaatkan tegangan maju dari dioda, dapat dimanfaatkan untuk melindungi peralatan elektronik. Dioda ditempatkan pada jalur masukan tegangan positif, dimana tegangan listrik yang melewati dioda hanya dapat mengalir satu arah. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dalam gambar berikut :
Tegangan positif melewati dioda yang dipasang sedemikian, sehingga hanya arus listrik dengan polaritas yang benar dapat melewati dioda dan diteruskan ke peralatan elektronik. Cara ini cukup efektif, tetapi terdapat rugi arus listrik sebesar 0,7Volt untuk dioda silikon dan 0,2Volt untuk dioda germanium.

Terdapat cara lain untuk mempertahankan tegangan listrik sumber yang digunakan peralatan elektronik dengan menggunakan dioda. Cara tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :
Dengan memasang dioda seperti pada gambar, dapat diperoleh tegangan yang utuh. Guna memaksimalkan kemampuan dioda dalam melindungi peralatan elektronik, diperlukan kemampuan dioda meneruskan arus yang lebih besar dari kapasitas fuse. Ini Perlu dilakukan guna mencegah kerusakaan dioda akibat beban arus terbalik yang melebihi kapasitas fuse.

Dengan mengganti dioda dengan dioda Zener, maka pengamanan dapat ditingkatkan dengan membatasi tegangan yang berlebih.

Rabu, 13 April 2011

Adaptor AC-DC

Dari beberapa postingan terdahulu, sekarang kita dapat mengaplikasikan rangkaian elektronika sederhana. Kita ambil contoh proyek pertama, yaitu adaptor AC-DC. Dimana adaptor ini mengubah arus listrik rumah AC menjadi arus listrik DC untuk keperluan umum.

Berikut ini gambar skema rangkaian adaptor sederhana proyek pertama kita.
Adaptor AC-DC
Diskripsi :
T1 adalah tranformator (trafo) yang bertugas menurunkan tegangan listrik jala-jala dari 220V/110V ke tegangan rendah sesuai kebutuhan. Dalam hal ini tegangan keluaran  T1 adalah 12V. T1 ini berfungsi juga sebagai isolator jala-jala listrik rumah terhadap listrik keluaran, sehingga dapat terhindar dari sengatan listrik.
D1, dioda yang dirangkai sebagai jembatan guna mendapatkan penyearah gelombang penuh.
C1 adalah kondensator/kapasitor yang berfungsi sebagai perata gelombang, sehingga didapatkan tegangan keluaran DC yang lebi sempurna.
R1 adalah resistor beban atau dapat digantigan dengan peralatan yang akan diberikan arus listrik dari adaptor.

Daftar Komponen:
T1 : Transformator dengan tegangan  primer 220V/110V dan sekunder 12V dengan kapasitas 500mA
D1 : 4 x dioda 1N4002
C1 : 2200uF

Pengganda Tegangan

Sebuah pengganda tegangan adalah sebuah sirkuit elektronik yang mengubah daya listrik AC bertegangan rendah menjadi tegangan DC yang lebih tinggi dengan menggunakan kondensator dan dioda yang dirangkai menjadi jaringan tertentu Pengganda tegangan dapat digunakan sebagai panjar tegangan dari beberapa milivolt hingga jutaan volt seperti untuk kepentingan penelitian fisika energi tinggi dan pengetesan keamanan terhadap petir. Pengganda tegangan yang paling umum adalah pengganda deret separuh gelombang, atau dikenal dengan aliran Villard (sebenarnya ditemukan oleh Heinrich Greinacher).
Pengganda Tegangan
Aplikasi nyata yang menggunakan pengganda tegangan jenis ini adalah sebagai sumber tegangan tabung sinar katoda pada televisi.